Nah sahabat, kita kembali ke cerita tentang rumah yang sedang mengalami proses kehancuran itu.. bukankah ada anggota keluarga yang mendiami rumah tersebut yang tahu keanehan yang terjadi dengan rumah mereka??.. menurutmu apa yang akan mereka lakukan??
Sahabat, bagaimana jika salah satu dari mereka itu adalah engkau sendiri. Apa yang akan kau lakukan ketika kau menyadari hal itu??
Rumahmu sekarang sedang dibakar, sedang dihancurkan, dan saudaramu masih tertidur, ada juga yang masih sibuk dengan mainannya sendiri..apa yang akan kau lakukan?? apa yang akan kau lakukan??
Apakah kau akan pura-pura tak tahu apa-apa??, tak peduli akan kehancuran itu dan berharap pada anggota keluargamu yang lain untuk membereskan masalah itu??
Ataukah kau akan menyelamatkan dirimu sendiri?? menyelamatkan kamar dan barang-barang pribadimu saja tanpa peduli pada saudaramu yang masih tertidur??
Ah, buat apa memikirkan mereka, kau masih punya urusan lain, biar mereka urus saja urusan mereka sendiri, barang-barang mereka sendiri. Apakah seperti itu pikiranmu??
Ataukah kau akan membangunkan saudaramu yang masih tertidur?? Apakah kau akan menarik dan menghancurkan mainan saudaramu yang telah lama membuatnya terlena?? Apakah kau akan melakukan itu?? Maukah kau menyadarkan saudaramu untuk turut membantu menyelamatkan rumah kalian, walau kau sadar itu bukan hal yang mudah.??
Sahabat, kira-kira seperti itulah kondisi umat islam sekarang.. islam diserang, dihancurkan dari berbagai macam penjuru, dari berbagai macam sisi, dan dengan beragam cara. Sayangnya banyak kaum muslimin yang tak menyadarinya, mereka terlena oleh dunia yang dimanipulasi musuh-musuh islam, yang membuat mereka terlena dan menjauhkan mereka, bahkan melalaikan mereka akan islam itu sendiri.
Ada juga kaum muslimin yang menyadari keadaan ini tapi lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri, menjadi soleh sendiri tanpa peduli dengan saudaranya yang lain. Saudaranya yang sedang tak sadar akan apa yang menimpa rumah dan dirinya sendiri.
Tetapi, syukurnya ada yang bersedia membangunkan dan menyadarkan saudaranya yang lain. Tapi ternyata tak cukup sampai disitu, ada banyak tantangan yang harus ia terima. Ia harus sabar dan siap menerima respon dari saudara yang sedang tak sadar ini. Mungkin ketika ia membangunkan saudaranya, ada saudaranya yang tak mau bangun, karena benar-benar telah terbuai kenikmatan tidurnya, terlena oleh mainannya.
Ia harus siap akan kondisi yang tak menyamankan hatinya. Dan pastinya akan ada saudaranya yang menghardiknya, memarahinya, mencacinya bahkan membencinya karena merasa telah mengganggu kesenangan mereka, menggangu kenyamanan mereka.
Yah beginilah kondisi yang terjadi jika menyadarkan orang yang sedang tak sadar, memberitahu orang yang belum tahu dan memahamkan orang yang belum paham..
Tapi apakah sikap orang yang sedang tidak sadar dapat dijadikan alasan untuk tidak menyadarkan mereka?? Bukankah mereka berbuat demikian justru karena mereka sedang tidak sadar?? sedang tidak tahu serta tidak paham akan keadaan mereka??
Dapatkah sikap mereka dijadikan alasan pembenaran bagi kita untuk membiarkan mereka tetap tidak sadar, tanpa ada usaha lagi untuk menyadarkan mereka?? Walaupun kita merasa tak nyaman, tapi bukankah mereka juga saudara kita?? Keluarga kita??
Lalu, Kenapa kita meninggalkan mereka??hanya karena alasan hati yang sakit atau semacamnya??
Sahabat, mungkin kita juga harus mengevaluasi cara kita membangunkan mereka. Mungkin ada yang bisa dibangunkan dengan cara yang lembut, dengan hanya dibisikkkan untuk bangun saja. Tetapi mungkin pula ada yang harus diguyur dengan air, dibangunkan dengan suara yang keras, atau malah hanya bisa bangun dengan ditendang.
Memang kita harus jeli dalam melihat hal seperti ini, jeli memilih cara untuk membangunkan, jeli memilih cara untuk saling mengingatkan. Cara yang bagaimana yang cocok untuk mereka, cara mana yang tidak membuat mereka marah, cara mana yang dapat dengan mudah membangunkan mereka. Kita harus jeli melihatnya..Karena itu lah uniknya manusia, berbeda karakteristik dan sifatnya. Karena itulah hakekat penciptaanya.
Mereka keluarga kita, bukan?? Saudara kita, bukan??
Nah sahabat,ayo kita saling mengingatkan dan membangunkan saudara kita yang lainnya.. rumah kita sedang dihancurkan..pedulikah kita??
Bangun dulu sahabat, baru kemudian kita bangunkan saudara kita yang lainnya..
Bangun!! Siapkan diri kita, untuk melakukan perjuangan bersama..!!
Semangat sahabat!!
Sabtu, 06 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar