Minggu, 31 Januari 2010

Masalahku besar, Tuhanku Maha Besar

Janganlah berkata “Tuhan, aku punya masalah yang besar”
tapi berkatalah “ Masalah, aku punya Tuhan Yang Maha besar”.

Setiap orang punya masalahnya masing-masing. Lengkap dengan kadarnya masing-masing. Bukankah kau paham bahwa masalah akan selalu menyertaimu selama kau masih hidup? Tapi, Kenapa kau selalu merasa masalahmu lah yang paling besar? Paling berat, sehingga kau terpuruk jauh dilubang keputusasaan.

Masalah, ia akan senantiasa menjadi temanmu yang setia selama perjalanan hidupmu. Membuatmu merasakan warna-warni dunia, pahit manisnya dunia. Kalaupun manusia tidak diberikan masalah, niscaya ia akan mencarinya. Karena masalahlah yang membuat manusia merasakan kehidupan. Bukankah hanya orang mati yang tidak mempunyai masalah? Kau bukan orang yang mati bukan??

Aku tahu pasti bahwa masalah kadang membuatmu lelah, capek, bingung dan bahkan membuatmu terpuruk. Dunia terasa sempit, dan seakan-akan siap menghimpitmu. Berat!! Tiap langkah yang kau jalani terasa berat seakan-akan tangan gaib menarik kakimu, menyuruhmu untuk tetap diam ditempat, memintamu menikmati ketidakberdayaanmu. Yah, itulah masalah.

Lelahkah engkau menjalani hidupmu? Letihkah kau memegang amanah yang dianugrahkan padamu? Capek, lemah, mengeluhkah engkau dalam menjalani keseharianmu?? Lalu apa yang kau inginkan?? Hidup bebas tanpa masalah?? Bukankah kau tahu itu hal yang tak mungkin terjadi?? Tapi kenapa kau menyerah kalah dengan masalah??

Ah, masalahmu akan selalu ada. Kau selesaikan sekarang pun ia akan datang kembali dalam bentuk yang berbeda. Menyapamu kembali dalam sosok yang berbeda. Ah, dia pasti tak akan jauh darimu. Jadi apa masalahnya??apa masalahmu??

Masalahnya, bukanlah terletak pada masalah yang mendatangimu tapi pada sikapmu terhadapnya. Yang seharusnya kau takutkan bukanlah pada “masalah”nya tapi pada sikapmu terhadap masalah tersebut.
Apakah kau akan mencoba berteman dengannya?? Atau memusuhinya??
Memarahinya?? Atau kau akan mencoba menantangnya?? Atau menjadi pengecut yang lari darinya??

Ah, apa yang kau takutkan?? Masalah itu hanyalah “sesuatu” yang memenuhi kepalamu saja. Ia abstrak, tergantung penyikapanmu terhadapnya. Sikapmu terhadapnya lah yang membuatnya menjadi nyata.

Ah, apa yang kau takutkan?? Kau merasakan kesusahan ketika bertemu dengannya??

Lo??, bukankah Tuhanmu telah mengajarkanmu bagaimana seharusnya kau menyikapi masalahmu??
Ingatkah kau bahwa bersama kesusahan selalu ada 2 kemudahan?? Yakinkah kau??

Ah, sayangnya aku dan kau memang sering lupa, bahwa sebuah kesusahan itu dikalahkan oleh 2 kemudahan. Sayangnya kita selalu terfokus pada kesusahan masalah daripada kemudahan yang bersamanya. Sebenarnya, yang kita perlukan hanyalah merubah sudut pandang kita, cara kita memandang masalah itu. Lihatlah kemudahannya bukan kesusahannya. Seharusnya….

Bukankah masalah itu seperti soal ujian yang diberikan guru kepada
muridnya??. Gurunya adalah Allah yang hendak menguji kita hambanya ini dengan soal-soal kehidupan yang harus kita selesaikan. Untuk apa? Agar dapat membedakan mana murid yang pandai, mana murid yang kurang. Mana murid yang selalu mendengarkan penjelasan guru, mana yang ogah-ogahan. Mana murid yang patuh pada perintah dan ajaran guru mana yang tidak memperdulikannya. Jadi untuk sukses menjawab soal, tak akan bisa hanya dengan melihat soalnya saja. Dekati gurunya. Dengarkan penjelasannya, patuhi perintahnya, jauhi larangannya.
Niscaya kita akan berhasil mengerjakan. Dan, jika kita berhasil mengerjakan soalnyanya, kita akan naik tingkat dan guru pun akan menyukai kita. Maukah kau menjadi murid teladan di sisi gurumu??

Nah, sahabat. Hadapi masalahmu dengan mendekat dengan-Nya. Kau tak akan bisa jika kau hanya mengandalkan kemampuanmu semata. Kau butuh Dia Yang Maha Kuasa untuk membantumu. Sudahkah kau memohon petunjuk pada-Nya tentang masalah yang kau hadapi??

Sahabat, marilah kita bersama-sama mendatangiNya, bertanya padaNya, memohon petujukNya. Karena masalah yang ia berikan pada kita sebenarnya untuk kita sendiri. Kitalah yang mengubah masalah itu menjadi hal buruk karena sikap kita terhadap masalah tersebut.

Karena untuk menjadi tajam, pisau memang harus diasah..

Karena untuk naik kelas, murid memang harus diuji..

Wallahu’alam

Rabu, 27 Januari 2010

Kebebasan itu dibatasi oleh kematian

Hiduplah sesukamu wahai teman, tapi ingat kau pasti akan mati
Cintailah apapun sesukamu, tapi kau pasti akan terpisah
Kau bebas beramal tapi pasti ada hitungannya

Kau bebas teman, kau bebas!!!
Nikmati kebebasanmu, nikmati!!!
Selama kau masih hidup, kau bebas!!!

Tapi kalau kau sudah mati, kebebasanmu yang akan membelenggumu..
membeleggumu!!
Mengurungmu!!

Kau terbelenggu kebebasanmu..
Kau terkurung kebebasanmu..

Wahai teman, percuma kau takut akan mati, karena semua makhluk pasti akan mati
Pasti akan mati
Pasti akan mati
Tak ada pemberitahuan, tak ada tempat yang aman

Teman, yang seharusnya kita takutkan bukalah kematian, tapi justru akhir dari kehidupan..

Asahlah Aku dengan Ujian

Untuk menjadi tajam, pisau memang harus diasah.

Siapa yang mau memakai pisau yang tumpul?
Adakah gunanya pisau yang tumpul?

Pisau tidaklah disebut pisau kalau ia tumpul dan tidak bisa memotong. Hanya jadi sampah yang tak bermanfaat. Kadang kita menjadi pisau yang tumpul. Kita lupa untuk mengasah diri kita. Kita tak sadar bahwa kita bisa saja tumpul atau bahkan sudah terlanjur tumpul.
Seharusnya kita bisa mengasah diri kita sendiri sebelum kita diasah oleh pemilik kita, Allah SWT. Diasah memang membuat sakit tapi itulah yang membuat kita tajam dan kembali bermanfat.

Jadi, sudah siapkah kita untuk diasah?

Selasa, 26 Januari 2010

MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI

Perkembangan teknologi informasi saat ini semakin tidak terbendung. Salah satunya adalah internet. Internet bukan merupakan hal asing bagi perkembangan dunia perpustakaan saat ini. Namun demikian tidak dipungkiri bahwa tidak semua perpustakaan memiliki fasilitas tersebut. Perpustakaan yang memiliki fasilitas internet bisa men-download artikel atau e-journal maupun e-book yang ada di internet. Tentunya yang ‘free’ atau gratis. Hasil download bisa disimpan dalam bentuk CD yang selain daya tampungnya lebih besar juga praktis karena tidak memakan tempat. Bagaimana bila tidak? Perpustakaan dapat menumpang pada bagian lain yang memilikinya, atau rental di warnet.

Melalui internet, pustakawan juga dapat bergabung dengan mengikuti komunitas di dunia maya atau milis. Melalui milis perpustakaan memiliki peluang untuk mendapatkan koleksi gratis. Beberapa komunitas di dunia maya memberikan kesempatan pada pustakawan untuk menjalin kerjasama dalam bidang apapun, termasuk keterbatasan koleksi.

Tulisan ini hanya bermaksud mengugah, membangunkan pustakawan agar tidak lagi pasif dan patah semangat dalam menghadapi persoalan yang menimpa unit kerja perpustakaan. Banyak terobosan-terobosan yang bisa dikerjakan pustakawan demi memberikan pelayanan terbaik bagi penggunanya. Perpustakaan harus unjuk gigi dulu, jerih payah yang telah kita upayakan pasti bisa mendatangkan hasil. Optimis bahwa usaha kita akan berhasil. Pustakawan merupakan pekerjaan mulia, sebab banyak kegiatan amal sholeh didalamnya. Bukan saja untuk kepentingan dunia, tapi untuk tabungan di akherat kelak.

BAHAN PUSTAKA..

Koleksi perpustakaan merupakan sumber informasi yang tidak saja menggambarkan hasil karya manusia masa lampau dan masa sekarang, namun juga masa yang akan datang. Bila koleksi perpustakaan dikembangkan tidak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perpustakaan akan ditinggalkan penggunanya. Tiga pilar pokok perpustakaan adalah koleksi, sumber daya manusia(pustakawan) dan pelayanan. Sehingga ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak mungkin terpisahkan. Koleksi banyak tanpa ada pustakawan, mustahil perpustakaan itu akan berjalan. Pustakawan tanpa koleksi itu berarti tidur panjangnya sebuah perpustakaan, sebab tanpa koleksi tidak akan terjadi pelayanan bagi pengguna.


Masalah pengembangan koleksi di perpustakaan bukan rahasia umum. Tidak tersedianya dana yang memadai untuk membina koleksi bahan pustaka acapkali terjadi. Perpustakaan nyaris tidak mendapat porsi penting bagi unit kerja induk. Namun demikian perpustakaan tidak boleh berhenti sampai disitu. Pustakawan sebagai ujung tombak perpustakaan tidak boleh begitu saja menyerah dengan keadaan. Dalam kondisi demikian profesionalitas pustakawan menjadi taruhannya. Pustakawan harus bergerak dan berusaha mencari koleksi-koleksi yang memungkinkan dimiliki oleh perpustakaan.

Pengadaan bahan pustaka umumnya melalui pembelian, pertukaran(exchange) dan hadiah. Bagi perpustakaan yang miskin dana, pengadaan bahan pustaka melalui pembelian tentu tidak mungkin. Keadaan ini mendorong pustakawan untuk menetapkan prioritas bahan pustaka dan mencari alternative lain dalam mendapatkan bahan pustaka tanpa membeli.


Ada beberapa jalan yang dapat ditempuh agar koleksi bertambah antara lain dengan :

Pusat deposit — salah satu fungsi perpustakaan merupakan tempat menyimpan hasil karya manusia. Hal ini bisa menjadikan alasan utama bahwa setiap publikasi di lingkungan kerja perpustakaan berkewajiban mendepositkan publikasinya di perpustakaan. Melalui pusat deposit, perpustakaan memungkinkan untuk mendapat tambahan bahan pustaka yang bersifat grey literature atau pustaka kelabu. Setiap unit kerja memiliki kekhasan tersendiri. Misalnya hasil seminar Madrasah, rapat kerja, dan hasil-hasil kegiatan unit kerja lainnya. Koleksi ini bisa didayagunakan bagi kepentingan masyarakat pengguna.

Menjalin kerja sama — Perpustakaan menjalin kerjasama dengan perpustakaan- perpustakaan lain baik yang sejenis maupun tidak. Kerja sama antar perpustakaan bisa menjadi penengah dalam hal pengadaan koleksi, bilamana perpustakaan yang bekerja sama dengan kita memiliki koleksi yang jauh lebih baik. Peminjaman berjangka waktu, memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memanfaatkan koleksi pinjaman sebaik-baiknya.

Tukar — Bahan pustaka yang dipertukarkan dapat berupa (1)terbitan perpustakaan sendiri misalnya daftar tambahan pustaka, indeks artikel maupun bibliografi (2) publikasi/ terbitan dari unit kerja induk. Misalnya unit kerja induk telah memiliki jurnal yang layak untuk ditukar oleh bahan-bahan pustaka lain yang dimiliki unit kerja/instansi lain.

Hadiah — Berbagai instansi pemerintah, yayasan, maupun LSM umumnya memiliki publikasi yang bisa diberikan cuma-cuma kepada perpustakaan. Pustakawan sebaiknya pro aktif dalam mencari unit kerja atau instansi atau LSM mana yang dapat menghadiahkan buku-bukunya bagi keperluan perpustakaan. Pendekatan antar unit kerja/instansi mutlak diperlukan, sebab dengan adanya surat resmi dari pejabat perpustakaan akan melancarkan jalan pustakawan dalam memperoleh koleksi cuma-cuma dari instansi yang dituju. Selain itu hadiah juga bisa diberikan bila perpustakaan yang bersangkutan memiliki banyak duplikasi terbitan. Melalui berita acara yang jelas, koleksi-koleksi duplikat ini bisa diberikan kepada perpustakaan lain yang membutuhkan. Demikian pula dengan koleksi yang tidak sesuai dengan subyek yang sesuai dengan perpustakaan. Pada umumnya mereka akan menyeleksi dan menawarkannya pada perpustakaan lain.

Penyiangan koleksi — Beberapa perpustakaan memiliki kebijakan kegiatan penyiangan koleksi. Pustakawan hendaknya mencari tahu perpustakaan-perpustakaan mana yang akan menyiangi koleksi dan kemudian bisa dimanfaatkan oleh kita. Namun demikian perlu mempertimbangkan jenis koleksi yang sesuai dengan visi dan misi perpustakaan.

Koleksi pribadi —Cara ini memerlukan pendekatan pribadi, sebab tidak semua kolektor buku akan melepas begitu saja bukunya untuk kepentingan perpustakaan. Kekhawatiran akan buku yang hilang sering kali terjadi. Pustakawan hendaknya meyakinkan kepada orang yang bersangkutan bahwa buku-buku tersebut tidak dipinjamkan atau hanya bisa dibaca ditempat.

Hunting di pameran buku dan bursa buku bekas — pameran buku biasanya memberikan diskon besar-besaran, kesempatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pengelola perpustakaan untuk memborong buku. Demikian pula dengan berburu buku-buku bekas. Buku-buku bekas, tidak selamanya buruk. Pengalaman penulis justru beberapa kali menemukan buku-buku berkualitas di pedagang buku bekas di pinggir-pinggir jalan.

Topeng

Kadang kita menilai sesuatu hanya berdasaran persepsi kita akan sesuatu tersebut..
Ini hal yang berbahaya, karena persepsi kita terbentuk dari lingkungan dimana kita berada..

Kita menilai sebuah buku dari sampul yang kita lihat..
Dari komentar orang dibuku itu yang mungkin belum tentu benar..

Ah, aku benci dengan kemasan..
Membaguskan kemasan tapi menipu isinya..
Munafik..
Aku coba merenung kmbali..
Apakah aku juga seperti itu..
Mengemas diriku dengan topeng kepalsuan..

Kisah dipinggir sungai

Seorang anak muda termenung dipinggir sebuah sungai yang luas, majahnya penuh dengan kerutan masalah yang mungkin teramat berat dirasakan olehnya, selang tak berapa lama datanglah seorang tua menghampirinya, orang tua tersebut bertanya kepadanya “ wahai anak muda mengapa engkau termenung demikian dalam di pinggir sungai ini ? “
“Pak tua aku adalah manusia yang penuh dengan masalah , hidupku menghimpit diriku dengan demikian parah , dan aku tidak menemukan jalan keluar dari masalah yang kuhadapi ini “
Lalu pak tua tersebut mengeluarkan segenggam garam dari balik pakaiannya, dan berkata “ wahai anak muda coba kau rasakan apa rasanya garam ini ?” seraya menyodorkan segenggam garam tersebut, “ Pak tua tentu saja garam rasanya asin , apakah pak tua hendak mengujiku dengan hal ini ? “
“ ha ha ha , anak muda cobalah terlebih dahulu garam ini, baru kau akan menemukan kebenaran di balik peristiwamu itu “
Lalu dengan perasaan ragu anak muda itupun lalu mengambil garam dari telapak tangan paktuya tersebut lalu memakannya sedikit dan . . . “ Weeek . . . tentulah asin pak tua “
“ Ohh . . . . begitu kah ? “ pak tua pun tersenyum dan melangkah kedepan sungai yang ada di depannya , lalu dilemparkannya segengam garam tersebut keatas sungai yang luas tersebut, setelah itu ia ambil kembali segelas air dari sungai tersebut dan berjalan menghampiri anak muda yang sedang kebingungan melihat tingkah pak tua tersebut “ nak , cobalah rasanya air ini “, lalu si anak muda pun meminumnya dan bekata “ Segar rasanya pak tua , apakah maksud dibalik semua ini ? “
“ Anak muda , kalau kau hanya melihat masalahmu yang ada saat ini maka kau di ibaratkan memakan garam yang tadi berada di dalam gengamanku saja , namun apabila kalu sanggup melihat sesuatu yang baik dibalik masalah yang kau hadapi maka kau ibarat sedang meminum air sungai yang telah di tebarkan garam yang sama, garamnya tetap sama ukurannya akan tetapi yang berbeda adalah wadah penampungnya saja, dan wadah itu adaah akal dan hatimu yang dapat melihat makna di balik kejadian yang ada, bukan masalah garamnya, akan tetapi masalah luas sungai yang menampungnya, maka luaskanlah sungaimu maka kau tidak akan merasakan asin lagi seberapapun banyaknya masalah yang datang padamu, luaskan sungaimu maka kau akan melihat segala sesuatu yang datang menjadi segar dan menggembirakan”

Ketika Dosa Sedalam Samudra - Perenungan

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamualaikum.Wr.Wb.

Pernahkah kita menghitung dosa yang kita lakukan dalam
satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, bahkan
sepanjang usia kita ?.

Andaikan saja kita bersedia menyediakan kotak kosong,
lalu kita masukkan semua dosa-dosa yang kita lakukan,
kira-kira, apa yang terjadi ?

Saya menduga kuat bahwa kotak tersebut tak berbentuk
kotak lagi, karena tak mampu menahan muatan dosa kita.

Bukankah shalat kita masih " bolong-bolong " ?.
Bukankah shalat kita sering terlambat, dikerjakan mau
habis waktunya dan tidak khusyuk ? . Bukankah kita
pernah menahan hak faqir miskin ?

Bukankah kita pernah, bahkan sering berbohong,
mengingkari janji, bersumpah dengan sumpah yang palsu,
bersikap munafiq, mencerca manusia, mengejeknya,
menuduhnya, berburuk sangka padanya, iri hati, hasad,
mengobarkan rasa benci membenci ,dan dendam pada
seseorang ?

Bukankah kita pernah merasa diri paling benar, paling
pintar dari orang lain, ta'adjub, riya, sombong, marah
yang tak pada tempatnya, angkuh, congkak, hebat, dan
tinggi dari orang lain ?

Bukankah karena lidah kita, tangan kita, badan, kaki
kita, mata dan hati kita pernah menyakiti manusia
lainnya ?

Bukankah kita pernah menyelipkan kertas amplop pada
petugas administrasi demi untuk kelancaran urusan
kita, bermanis muka, lain di mulut, lain dihati,
bersikap munafik pada pejabat dan penguasa,
menyandarkan urusan padanya, agar kita dipandang
pegawai yang baik dan banyak kerja, pada hakikatnya
banyak yang tidak kita kerjakan, malah kita asyik
berdiri didepan computer, chatting dan melihat
situs-situs yang tidak baik, menghabiskan
waktu.memakan harta yang tidak berhak kita makan,
tanpa kita menyadarinya , bahwa hal itu bukan hak
kita.

Bukankah kita pernah menerima uang yang tak jelas
statusnya, sehingga pendapatan kita berlipat ganda ?

Bukankah kita sering tak mau menolong orang yang
meminta bantuan pada kita, menolong saudara kita yang
dalam kesulitan, walaupun kita sanggup menolongnya ?.

Daftar ini akan bisa semakin sangat panjang bila
diteruskan….

Lalu apa yang harus kita lakukan ?
Allah SWT berfirman dalam surat Az Zumar ( 39 : 53 )
" Katakanlah wahai hamba-hambaku yang melampaui batas
terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus
asa dari rahmat Allah.Sesungguhnya Allah mengampuni
dosa-dosa semuanya ( kecuali syirik ). Sesungguhnya
Dialah yang maha pengampun lagi maha penyayang. "

Indah benar ayat ini, Allah menyapa kita dengan
panggilan yang bernada teguran, namun tidak diikuti
kalimat yang berbau murka.Justru Allah mengingatkan
kita untuk tidak berputus asa dari rahmat
Allah.Allahpun menjanjikan kita untuk mengampuni
dosa-dosa kita.

Karena itu, kosongkanlah lagi kotak-kotak yang penuh
tadi dengan taubat padaNya.Kita kembalikan kotak itu
seperti keadaannya semula, kita kembalikan jiwa kita
kepada jiwa yang fitri dan bersih.

Jika kita punya onta lengkap dengan segala
perabotannya, lalu tiba-tiba onta itu hilang, bukankah
kita sedih ?

Bagaimana pula jika onta itu tiba-tiba kembali
berjalan menuju kita lengkap dengan segala
perbekalannya, bukankah kita merasa bahagia ?

Rasulullah SAW bersabda : ketahuilah Allah akan lebih
senang lagi melihat hambaNya yang berlumuran dosa
kembali kepadaNya.
Allah berfirman : " kembalilah kamu kepada Tuhanmu,
dan berserah dirilah padaNya, sebelum datang azab
kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi ". (
Q. S. 39 : 54 )

Seperti onta yang sesat jalan, dan mungkin telah
tenggelam didasar lautan samudra, mengapa kita tak
berusaha berjalan kembali menuju Allah, dan menangis
di " kaki kebesaranNya ", mengakui kesalahan kita, dan
memohon ampunanNya.

Wahai Tuhan Yang kasih SayangNya lebih besar dari
MurkaNya.Ampuni kami ya Allah.

WAssalamu'alaikum.....

Mari sama kita renungkan tiga hal firman Allah iTa'ala ini

Assalamu’alaikumwarahmatullaahiwabarakaatuhu

Saudara-saudaraku rahimakumullahulakum.

Allah Subhanahu Wata’ala Berfirman dalam kitabnya yang
mulia : “ Wahai orang-orang beriman, jauhilah oleh kamu berburuksangka, karena buruksangka itu adalah suatu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan atau aib seseorang, dan janganlah kamu bergunjing sesama kamu, apakah kamu menyukai memakan bangkai daging saudaramu yang sudah (mati, atau busuk),
sedangkan kamu membencinya……”

Dalam satu ayat diatas ada tiga hal yang harus kita
hindari: Pertama berburuksangka, kedua mencari-cari aib atau kesalahan orang lain, ketiga bergunjing.

Bagaimana dengan berburuksangka dan bagaimana
menghindarinya?

Pertama, lebih baik sibukkan cacat diri sendiri ketimbang cacat orang lain
Kedua, utamakan berbaik sangka lebih mendominasi pada pikiran kita apabila kita melihat suatu hal yang bisa jadi kita belum mengetahuinya, atau kita tidak menyukainya..
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa untuk menghindari buruksangka, maka berikan obsesi puluhan…oh..mungkin ia begini,..oh..mungkin ia begitu..oh..mungkin…dst..

Seorang ulama, maaf saya lupa namanya, namun ia ulama salaf mengatakan : “Berbaiksangka itu akan menenangkan jiwa dan hati kamu, menghindari sakit hati, walaupun dalam sangka baik itu tidak benar adanya, namun kebaikan tetap pada dirimu, sementara buruksangka itu
akan menghitampekatkan hati kamu, membuat jiwamu risih, sibuk urusan orang lain, sementara dirimu terlupakan, walaupun buruksangka yang kamu lakukan itu benar adanya, namun tetap itu tak akan pernah
menguntungkan dirimu”

Bagaimana dengan mencari-cari kesalahan dan aib orang
lain?

Ingatlah sebuah peringatan “ Intropeksi diri kamu sebelum kamu mengintropeksi orang lain”. Dalam sebuah hadist shahih Rasulullah bersabda : “ Barangsiapa yang menutupi aib seseorang, kelak diakhirat Allah akan menutupi aibnya”.membuka aib seseorang dengan tujuan
menjadikan suatu pelajaran untuk yang lainnya dibolehkan dalam Islam.

Namun untuk menjatuhkannya, menghalangi, menggeserkan, melengserkan, serta tujuan jelek dunia lainnya, apalagi landasannya bukan keikhlasan, tetapi rasa lebih tinggi,lebih berjasa, lebih berjabat, lebih berkuasa, lebih memiliki, lebih tua, lebih berilmu dan
lebih segala-galanya, dilarang dalam Islam.

lihatlah firman Allah tentang celakanya Abu Lahab dan istrinya yang suka merusak dakwah Rasulullah dengan menghalangi beliau berdakwah berbagai cara, hanya dikarenakan tidak suka Islam maju, merasa
disaingi oleh saudara sendiri, dan merasa dialah yang lebih berhak memiliki, berjasa dan berkuasa, dan zaman semacam Abu Lahab dan istrinya ini akan terus ada sampai kapanpun dan oleh siapapun hanya caranya saja yang berbeda..

Namun dengan sengaja membuka-buka aib seseorang, suami/istri sangat-sangat dibenci dalam Islam, kecuali seorang suami/istri meminta fatwa(jalan keluar dalam problema RT), karena pernah terjadi beberapa
orang perempuan mengadu pada Siti Aisyah dan menceritakan kekurangan atau aib suaminya masing-masing, tujuannya adalah bagaimana penyelesaiannya, atau tujuan baik tertentu, bukan
suatu bentuk kekesalan, atau kebencian saja, karena Rasulullah bersabda “ sejelek-jelek manusia adalah mereka yang membeberkan aib pasangannya”(silahkan dibuka shahih Bukhari Muslim kisah dan hadist ini,
sangat panjang lafaznya)..

Bagaimana dengan bergunjing?

Apa itu gunjing? Rasulullah bertanya pada para sahabatnya : “ Tahukah kamu apa itu ghibah? “, sahabat menjawab “ Allah dan RasulNya lebih
mengetahui”.Kemudian ulas Rasulullah lagi “ Engkau menyebutkan tentang saudaramu pada oang lain, atau sesame kamu (dibelakangnya), apa-apa yang tidak ia sukai mendengarnya”. Ditanya lagi : “ Ya Rasulullah, bagaimana apabila yang disebutkan itu benar adanya?”
apabila benar adanya pada dirinya maka kamu telah bergunjing, dan jika tidak benar, kamu telah menuduhnya yang bukan-bukan”

Itulah bahaya dari penyakit ketiga diatas, asal muasalnya bisa dari buruksangka saja, akhirnya dicari-cari kesalahan, kemudian digunjingkan, maka berlipat-lipatlah dosanya, menjadi kelipatan entah
keberapa.

Dalam hal bergunjing ini ada beberapa yang dibolehkan dalam Islam, pertama bertujuan untuk mencheck recheck, kita bertanya dibelakangnya, atau tujuan baik lainnya, serta dibolehkan bergunjing apabila memang orang yang sudah terkenal kejahatannya, atau kejelekannya. (untuk penjelasan lengkap mengenai hal ini bisa dibaca dibuku tafsir-tafsir surah Al Hujuraat)

Demikian semoga bermanfaat buat kita bersama-sama dan mari bulatkan tekad menghindari penyakit-penyakit hati ini, karena sama sekali tidak menguntungkan diri kita sendiri, bahkan sangat-sangat merugikan kita, jangan sampai kita tertanam oleh lobang yang kita gali sendiri, cepatlah menyadari kesalahan dan bertaubat sebelum terlambat, dan untuk dosa sesama manusia harus lah menyelesaikannya dengan manusia itu sendiri dengan meminta maaf kepadanya, ketimbang kelak diakhirat kita
dituntut pertanggungjawaban akan hal ini. Seharusnya masuk surga ngak jadi, terhalang karena banyak hutang pada orang lain. Hutang duit, hutang dosa , hutang kejahatan yang kita lakukan sadar ataupun tidak
sadar, sengaja ataupun tidak sengaja, terang-terangan dan tersembunyi, dan hutang lainnya.

Naudzubillahimindzalik.

Minggu, 24 Januari 2010

Life will go on..

Zendagi migzara..Kehidupan akan terus berjalan..
Dunia pun akan terus berputar, dengan atau tanpa kita

Di dunia ini, banyak hal yang terjadi, dan kita mungkin tak mengalaminya..
Bagaikan yang terjadi tersebut bukanlah untuk kita..
Bagaikan dunia lain yang hanya dapat kita lihat dan kita dengar saja keberadaannya..
Akankah seperti itu?

Hidup memang akan terus berjalan, Meninggalkan apa yang telah terjadi dibelakang..
Banyak hal yang telah terjadi..
Masalahnya apakah kita dapat menjadikannya sebuah pelajaran?? Ataukah hanya menjadi sampah yang menumpuk dalam otak ini untuk kemudian dilupakan??

bukankah kita mati sekarang pun dunia tidak akan berubah??
Tapi,
justru karena kita hiduplah masa depan ini akan berubah..
Yah, life will go on….

Tak pernah ada orang yang hidup sesuai dengan keinginannya

Dunia ini penuh dengan orang-orang yang mempunyai keinginan. Tapi, tak ada orang yang hidup sesuai dengan keinginannya. Setiap keinginan seseorang pasti akan bertabrakan dengan keinginan orang lainnya. Setiap kepentingan akan selalu bersinggungan dengan kepentingan lainnya. Yah, inilah abstraknya kehidupan.

Teman, Apa yang kau ingingkan??
Apa yang kau harapkan dengan keinginanmu??
Begitu besarkah keinginanmu terhadap sesuatu itu??

Yah, selama manusia hidup keinginan akan selalu ada.
Ingin ini, ingin itu, banyak sekali..

Sayangnya tak ada kantong ajaib doraemon yang dapat mengabulkan permohonanmu.
Tak ada juga jin aladin yang siap setia menjadi hambamu..
Ah, inilah kenyataannya.

Kau bebas menginginkan apapun, tapi ingat tak semua keinginan dapat kau dapatkan.
Semua yang kau dapatkan , itu juga bukanlah milikmu. Suatu saat nanti ia akan meninggalkanmu. Dan di alam kuburmu nanti kau akan sendirian tanpa semua inginmu. Karena bagi orang mati, semuanya tak lagi berarti. Semua impianmu, benda dan makhluk yang selama kau hidup selalu sedia menemanimu, Nanti ia mau tak mau akan menghianatimu kecuali iman dan amalanmu.

Ah, seharusnya kau bersahabat dengan iman dan amalmu bukan hanya bersahabat dengan keinginan dan nafsumu..
Biar iman dan amal yang menghiasi keinginanmu, mimpi-mimpimu…

  © Templates Spain by mesinatm.com 2008

Back to TOP