Seorang anak muda termenung dipinggir sebuah sungai yang luas, majahnya penuh dengan kerutan masalah yang mungkin teramat berat dirasakan olehnya, selang tak berapa lama datanglah seorang tua menghampirinya, orang tua tersebut bertanya kepadanya “ wahai anak muda mengapa engkau termenung demikian dalam di pinggir sungai ini ? “
“Pak tua aku adalah manusia yang penuh dengan masalah , hidupku menghimpit diriku dengan demikian parah , dan aku tidak menemukan jalan keluar dari masalah yang kuhadapi ini “
Lalu pak tua tersebut mengeluarkan segenggam garam dari balik pakaiannya, dan berkata “ wahai anak muda coba kau rasakan apa rasanya garam ini ?” seraya menyodorkan segenggam garam tersebut, “ Pak tua tentu saja garam rasanya asin , apakah pak tua hendak mengujiku dengan hal ini ? “
“ ha ha ha , anak muda cobalah terlebih dahulu garam ini, baru kau akan menemukan kebenaran di balik peristiwamu itu “
Lalu dengan perasaan ragu anak muda itupun lalu mengambil garam dari telapak tangan paktuya tersebut lalu memakannya sedikit dan . . . “ Weeek . . . tentulah asin pak tua “
“ Ohh . . . . begitu kah ? “ pak tua pun tersenyum dan melangkah kedepan sungai yang ada di depannya , lalu dilemparkannya segengam garam tersebut keatas sungai yang luas tersebut, setelah itu ia ambil kembali segelas air dari sungai tersebut dan berjalan menghampiri anak muda yang sedang kebingungan melihat tingkah pak tua tersebut “ nak , cobalah rasanya air ini “, lalu si anak muda pun meminumnya dan bekata “ Segar rasanya pak tua , apakah maksud dibalik semua ini ? “
“ Anak muda , kalau kau hanya melihat masalahmu yang ada saat ini maka kau di ibaratkan memakan garam yang tadi berada di dalam gengamanku saja , namun apabila kalu sanggup melihat sesuatu yang baik dibalik masalah yang kau hadapi maka kau ibarat sedang meminum air sungai yang telah di tebarkan garam yang sama, garamnya tetap sama ukurannya akan tetapi yang berbeda adalah wadah penampungnya saja, dan wadah itu adaah akal dan hatimu yang dapat melihat makna di balik kejadian yang ada, bukan masalah garamnya, akan tetapi masalah luas sungai yang menampungnya, maka luaskanlah sungaimu maka kau tidak akan merasakan asin lagi seberapapun banyaknya masalah yang datang padamu, luaskan sungaimu maka kau akan melihat segala sesuatu yang datang menjadi segar dan menggembirakan”
“Pak tua aku adalah manusia yang penuh dengan masalah , hidupku menghimpit diriku dengan demikian parah , dan aku tidak menemukan jalan keluar dari masalah yang kuhadapi ini “
Lalu pak tua tersebut mengeluarkan segenggam garam dari balik pakaiannya, dan berkata “ wahai anak muda coba kau rasakan apa rasanya garam ini ?” seraya menyodorkan segenggam garam tersebut, “ Pak tua tentu saja garam rasanya asin , apakah pak tua hendak mengujiku dengan hal ini ? “
“ ha ha ha , anak muda cobalah terlebih dahulu garam ini, baru kau akan menemukan kebenaran di balik peristiwamu itu “
Lalu dengan perasaan ragu anak muda itupun lalu mengambil garam dari telapak tangan paktuya tersebut lalu memakannya sedikit dan . . . “ Weeek . . . tentulah asin pak tua “
“ Ohh . . . . begitu kah ? “ pak tua pun tersenyum dan melangkah kedepan sungai yang ada di depannya , lalu dilemparkannya segengam garam tersebut keatas sungai yang luas tersebut, setelah itu ia ambil kembali segelas air dari sungai tersebut dan berjalan menghampiri anak muda yang sedang kebingungan melihat tingkah pak tua tersebut “ nak , cobalah rasanya air ini “, lalu si anak muda pun meminumnya dan bekata “ Segar rasanya pak tua , apakah maksud dibalik semua ini ? “
“ Anak muda , kalau kau hanya melihat masalahmu yang ada saat ini maka kau di ibaratkan memakan garam yang tadi berada di dalam gengamanku saja , namun apabila kalu sanggup melihat sesuatu yang baik dibalik masalah yang kau hadapi maka kau ibarat sedang meminum air sungai yang telah di tebarkan garam yang sama, garamnya tetap sama ukurannya akan tetapi yang berbeda adalah wadah penampungnya saja, dan wadah itu adaah akal dan hatimu yang dapat melihat makna di balik kejadian yang ada, bukan masalah garamnya, akan tetapi masalah luas sungai yang menampungnya, maka luaskanlah sungaimu maka kau tidak akan merasakan asin lagi seberapapun banyaknya masalah yang datang padamu, luaskan sungaimu maka kau akan melihat segala sesuatu yang datang menjadi segar dan menggembirakan”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar