Sabtu, 06 Maret 2010

Kau Merasakannya tapi Kau Tak Dapat Menjelaskannya (part 1)

Sahabat coba kau amati keadaan dirimu sekarang, kau amati juga sekelilingmu, apa yang kau rasakan?? Apa yang kau lihat??
Cobalah kau amati lebih dalam lagi, tidakkah kau menyadarinya??
menyadari keanehannya?? keanehan dunia di sekitarmu????
Cobalah kau amati lebih dalam lagi, lebih dalam lagi...

Sahabat, aku yakin kau mungkin dapat merasakannya, kau mungkin mengetahuinya, tapi mungkin kau tak dapat menjelaskannya. Bahkan mungkin kau telah mengetahuinya selama kau menjalani kehidupanmu. 

Kau mengetahui bahwa ada yang salah dengan dunia ini..ada yang aneh dengan dunia ini. tidakkah kau menyadarinya??
Kau dapat merasakannya bukan?? 
Cobalah kau amati lebih dalam lagi, lebih dalam lagi...

Amatilah, rasakanlah…
Kau pasti merasakannya…
Merasakan hal kecil yang selalu ada disekitarmu, yang selalu memenuhi kepalamu. 
Mereka adalah kumpulan dari hal-hal kecil yang salah, yang mengepungmu dari segala arah, dari segala penjuru.

Hal itu ada disekitarmu. Bahkan sekarang, di ruangan kau membaca tulisan ini

Atau kau bisa melihatnya di luar jendelamu

Atau saat kau menyalakan televisimu,

Atau saat kau bekerja,

Ketika kau membayar pajak,

Kau pergi ke rumah sakit,

Kau melihatnya, kau merasakannya..

Inilah dia…

Inilah dunia yang terlihat oleh matamu tapi membutakanmu dari kebenaran.
Bahwa kau telah sukses ditipunya..
Seperti orang lainnya juga..
Begitu juga aku, 
Begitu juga dia, 
Begitu juga mereka, 
Begitulah kita semua…
Kita ditipu, diperbudak…

Oleh siapa??

Oleh “sesuatu”…
Oleh “sesuatu” yang tidak bisa kau cium baunya atau kau rasakan, tidak pula kau sentuh..kau tak bisa menjangkaunya..
Karena “sesuatu” itu membuatmu terpenjara oleh pikiranmu sendiri.. oleh jiwamu sendiri…

Mungkin ilustrasi ini akan sedikit membantumu memahaminya..

Dalam suatu riwayat, diceritakan tentang sebuah keluarga yang mendiami sebuah rumah..rumah itu bernama islam,dan keluarga itu disebut keluarga muslimin. Rumah itu awalnya dibangun dari kerja keras seorang laki-laki mulia, yang walaupun dicaci dan dihina, disakiti dan dizalimi ia tak gentar sama sekali untuk terus membangun rumah tersebut. Akhirnya atas usaha keras dan dengan dibantu orang-orang terdekat dan terpercaya, rumah itu pun menjadi semakin besar, kuat, dan kokoh..

Tetapi ternyata, kehadiranya rumah baru itu membuat keluarga disekitarnya menjadi tak suka, bahkan membencinya..tak tanggung-tanggung mereka hendak menghancurkannya, padahal keluarga baru itu hanya ingin hidup damai dan tak mau saling menggangu..
Maka dimulailah misi untuk menghancurkan rumah keluarga itu..para tetangganya berkumpul untuk menyukseskan penghancuran itu. Sayangnya,mereka tak berhasil menghancurkannya, bahkan semakin banyak orang yang ikut bergabung menjadi anggota keluarga dari rumah yang baru itu. 

Para tetangganya berpikir dan berusaha keras untuk menghancurkan rumah itu. Berkali-kali dan diserang bertubi-tubi, tapi tak pernah berhasil. Malah rumah itu semakin besar, kokoh, dan kuat. Begitu juga dengan kondisi anggota keluarga yang hidup di dalamnya. .

Waktu pun terus berlalu, setelah sekian lama terjadi pergantian kepala keluarga, akhirnya para tetangga pun menyadari bahwa ikatan keluarga tersebut kini tak lagi sekokoh dahulu..mereka pun menemukan cara baru untuk menghacurkan rumah itu sedikit demi sedikit. Perlahan tapi pasti, tanpa disadari oleh anggota keluarga tersebut. 

Maka misi pun dimulai. Para tetangganya berpura-pura baik dengan mengirimkan makanan, minuman, barang-barang, dan kado-kado yang sangat disenangi anggota keluarga itu. Mereka sangat senang menerimanya, menikmatinya tanpa sadar ternyata makanan itu telah ditambahkan obat tidur. Begitu pula barang-barang dan kado yang diberikan tetangganya secara terus menerus telah melenakan mereka untuk terus bermain dengannya, sehingga membuat mereka melupakan keadaan rumah mereka. Rumah itu pun hampir tak ada yang merawatnya, banyak yang sibuk dengan mainan baru mereka dan ada juga yang tertidur sehabis menyantap makanannya. 

Akhirnya, ketika para tetangganya merasa bahwa keluarga itu sudah tak perduli lagi dengan rumah mereka, maka dimulailah misi penghancuran rumah itu setahap demi setahap. Ada yang merusak pagarnya dulu, ada yang mengotori pekarangannya, ada yang meruntuhkan temboknya, dan ada yang melemparkan atapnya dengan api, bahkan ada yang pura-pura bertamu masuk ke rumah tersebut, kemudian mencuri perabotannya. Serta kegiatan penghancuran lainnya yang sama sekali tak disadari oleh anggota keluarga rumah tersebut. Singkatnya rumah itu dihancurkan dari segala penjuru. 

Untungnya rumah itu bukan sembarang rumah, rumah itu tetap kokoh karena memang dibangun atas pondasi yang kuat dan tak akan pernah goyah. Akan tetapi walaupun begitu, para tetangga tersebut tak akan pernah berhenti melakukan aksi penghancuran sampai rumah itu benar-benar hancur. 

Untungnya, dari sekian banyak anggota keluarga tersebut, ternyata ada beberapa anggota keluarga yang menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan rumah mereka. Mereka dapat mencium bau busuk sampah yang mengotori pekarangan rumah mereka, mereka dapat mendengar suara palu yang memukul-mukul tembok rumah mereka dan mereka dapat melihat api-api kecil yang perlahan tapi pasti semakin membesar, membakar rumah mereka. Mereka sadar rumah mereka sedang dihancurkan. Mereka sadar, mereka merasakananya..

Nah sahabat, kalau kau bagaimana?? Dapatkah kau menyadarinya?? Dapatkah kau merasakannya??
Dapatkah kau merasakan bahwa seperti inilah keadaan umat islam sekarang.. ?? Islam yang sedang menghadapi serangan dari segala penjuru,,kau bisa melihatnya dari sekelilingmu..betapa banyak hal yang ada disekitarmu yang ternyata membuatmu menjauh dari Islam, membuatmu terlena dan melupakanmu akan agamamu sendiri..dapatkah kau merasakannya?? 

dapatkah kau merasakannya?? Musuh-musuh islam yang menipumu, menjajahmu, membuatmu menjadi budak yang tunduk pada Ilusi dunia lengkap dengan kesenangannya.. dunia yang melupakanmu dari Tuhanmu, dari agamamu, dari akheratmu.. 
Tidakkah kau menyadarinya??
Tidakkah kau menyadarinya??

(bersambung..insya Allah)
NB: sebagai referensi, silakan tonton film dokumenter “The Arrival” ..film tentang konspirasi “the new world order”nya bangsa Yahudi.. 
Wallahu’alam…

Generalisasi, , , ,

tak selalu, Alasan memperjelas Kesalahan,
tak selalu, Merenda kata itu topeng belaka,

Namun Janji Allah itu pasti, . . .
kepada para tentara Allah yang bersungguh-sungguh berada DienNya
kepada para hamba yang konsisten dalam komitmen Asyhadu'ala ilaha ilallah wa asyhadu ana MuhammaduRasulullah~
yang menangis tersungkur disaat langit menghitam
dan laksana Singa disaat mentari menjelang, . . . .

sopan dan rendah hati semata-mata karena syari'atNya
Marah dan Benci pun karena titahNya, . . .

Laksana embun Cinta yg menetesi biasnya Bara Jahannam
seorang Hamba yang memandang sebuah bangunan tak hanya dari satu sisi saja
sementara di sisi bangunan yang lain itu sedang digerogoti oleh rayap sang pembangkang, . . . .
masihkah kita hanya diam dan tersenyum? terlena dengan halaman rumah yang masih nampak sejuk di pandang, . . .
ataukah kita hanya ingin asyik bermain dan bercengkrama di halaman rumah? terlena dengan esensi yang sangat Parsial !!!

sungguh Egoisnya kita, jika begitu, . . .
sementara lengking teriakan tubuh kita yg lain sungguh sudah semakin memuai, . . . .

tiada Hakikat tanpa Syari'at
meraih Hakikat itu harus dengan syari'at
jika tidak maka tertolak, . . .
jika terasapun sesungguhnya hanyalah Fathamorghana !!!

Muhammad 10 tahun di madinah Haji hanya sekali
Umrah 3 kali
dan perangnya 77 kali
itu adalah Muhammad yang kita selalu Cintai, . . .
Shalawat dan Salam semoga selalu terlimpah kepadanya

Renungkanlah sahabat, . .
Apakah engkau mengambil sebagiann Kitab
dan mengingkari sebagian yang lainnya, . . .

Pandanglah sesuatu secara General, konkrit, dan sistematis !!!
kesampingkan segala perbedaan dan strata
karena kita adalah satu tubuh
satu hati
satu peraturan
satu Ad-dien
satu Rasul
satu Tuhan
, . . . .

Kau Merasakannya tapi Kau Tak Dapat Menjelaskannya (part 2)

Nah sahabat, kita kembali ke cerita tentang rumah yang sedang mengalami proses kehancuran itu.. bukankah ada anggota keluarga yang mendiami rumah tersebut yang tahu keanehan yang terjadi dengan rumah mereka??.. menurutmu apa yang akan mereka lakukan??

Sahabat, bagaimana jika salah satu dari mereka itu adalah engkau sendiri. Apa yang akan kau lakukan ketika kau menyadari hal itu??

Rumahmu sekarang sedang dibakar, sedang dihancurkan, dan saudaramu masih tertidur, ada juga yang masih sibuk dengan mainannya sendiri..apa yang akan kau lakukan?? apa yang akan kau lakukan??

Apakah kau akan pura-pura tak tahu apa-apa??, tak peduli akan kehancuran itu dan berharap pada anggota keluargamu yang lain untuk membereskan masalah itu??

Ataukah kau akan menyelamatkan dirimu sendiri?? menyelamatkan kamar dan barang-barang pribadimu saja tanpa peduli pada saudaramu yang masih tertidur??

Ah, buat apa memikirkan mereka, kau masih punya urusan lain, biar mereka urus saja urusan mereka sendiri, barang-barang mereka sendiri. Apakah seperti itu pikiranmu??

Ataukah kau akan membangunkan saudaramu yang masih tertidur?? Apakah kau akan menarik dan menghancurkan mainan saudaramu yang telah lama membuatnya terlena?? Apakah kau akan melakukan itu?? Maukah kau menyadarkan saudaramu untuk turut membantu menyelamatkan rumah kalian, walau kau sadar itu bukan hal yang mudah.??

Sahabat, kira-kira seperti itulah kondisi umat islam sekarang.. islam diserang, dihancurkan dari berbagai macam penjuru, dari berbagai macam sisi, dan dengan beragam cara. Sayangnya banyak kaum muslimin yang tak menyadarinya, mereka terlena oleh dunia yang dimanipulasi musuh-musuh islam, yang membuat mereka terlena dan menjauhkan mereka, bahkan melalaikan mereka akan islam itu sendiri.

Ada juga kaum muslimin yang menyadari keadaan ini tapi lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri, menjadi soleh sendiri tanpa peduli dengan saudaranya yang lain. Saudaranya yang sedang tak sadar akan apa yang menimpa rumah dan dirinya sendiri.

Tetapi, syukurnya ada yang bersedia membangunkan dan menyadarkan saudaranya yang lain. Tapi ternyata tak cukup sampai disitu, ada banyak tantangan yang harus ia terima. Ia harus sabar dan siap menerima respon dari saudara yang sedang tak sadar ini. Mungkin ketika ia membangunkan saudaranya, ada saudaranya yang tak mau bangun, karena benar-benar telah terbuai kenikmatan tidurnya, terlena oleh mainannya.

Ia harus siap akan kondisi yang tak menyamankan hatinya. Dan pastinya akan ada saudaranya yang menghardiknya, memarahinya, mencacinya bahkan membencinya karena merasa telah mengganggu kesenangan mereka, menggangu kenyamanan mereka.

Yah beginilah kondisi yang terjadi jika menyadarkan orang yang sedang tak sadar, memberitahu orang yang belum tahu dan memahamkan orang yang belum paham..

Tapi apakah sikap orang yang sedang tidak sadar dapat dijadikan alasan untuk tidak menyadarkan mereka?? Bukankah mereka berbuat demikian justru karena mereka sedang tidak sadar?? sedang tidak tahu serta tidak paham akan keadaan mereka??

Dapatkah sikap mereka dijadikan alasan pembenaran bagi kita untuk membiarkan mereka tetap tidak sadar, tanpa ada usaha lagi untuk menyadarkan mereka?? Walaupun kita merasa tak nyaman, tapi bukankah mereka juga saudara kita?? Keluarga kita??
Lalu, Kenapa kita meninggalkan mereka??hanya karena alasan hati yang sakit atau semacamnya??

Sahabat, mungkin kita juga harus mengevaluasi cara kita membangunkan mereka. Mungkin ada yang bisa dibangunkan dengan cara yang lembut, dengan hanya dibisikkkan untuk bangun saja. Tetapi mungkin pula ada yang harus diguyur dengan air, dibangunkan dengan suara yang keras, atau malah hanya bisa bangun dengan ditendang.

Memang kita harus jeli dalam melihat hal seperti ini, jeli memilih cara untuk membangunkan, jeli memilih cara untuk saling mengingatkan. Cara yang bagaimana yang cocok untuk mereka, cara mana yang tidak membuat mereka marah, cara mana yang dapat dengan mudah membangunkan mereka. Kita harus jeli melihatnya..Karena itu lah uniknya manusia, berbeda karakteristik dan sifatnya. Karena itulah hakekat penciptaanya.

Mereka keluarga kita, bukan?? Saudara kita, bukan??

Nah sahabat,ayo kita saling mengingatkan dan membangunkan saudara kita yang lainnya.. rumah kita sedang dihancurkan..pedulikah kita??

Bangun dulu sahabat, baru kemudian kita bangunkan saudara kita yang lainnya..

Bangun!! Siapkan diri kita, untuk melakukan perjuangan bersama..!!
Semangat sahabat!! 

  © Templates Spain by mesinatm.com 2008

Back to TOP